KESAL

Jika sudah kesal begini, segala-galanya serba salah. Mau menulis salah, duduk salah, berdiri salah. Kesal-kesal dan kesal sekali.

Di luar sana terdengar teriakan-teriakan rakyat yang marah. Mahasiswa beroprasi dan membawa spanduk ke sana kemari. Mereka juga sedang kesal. Aroma pahit kekesalan itu tercium di mana-mana. Bahkan juga ketika aku mengunjungi sebuah mall elite seminggu yang lalu. Mbak cantik yang menawarkan parfum dengan senyum dan suara menggoda itu tampaknya tidak menyampaikan rayuan mautnya sepenuh hati. Ia juga mungkin sedang kesal.

Kenaikan harga BBM yang berdampak ke segala aspek kehidupan itu membuat kesal banyak orang. Mungkin ada kalangan yang tidak kesal karena hal itu tidak berarti apa-apa buat mereka. Tetapi sebagian besar manusia Indonesia yang bekerja banting tulang hingga osteoporosis ini pastilah merasa kesal, karena pendapat an mereka semakin hari semakin berkurang karena habis terhisap oleh bandroll harga yang terus menerus semakin panjang saja deretan angkanya.

Kesal….

Ketika kaki menginjakkan halaman kantor rasa kesal semakin menjadi. Trotoar yang sudah rapih tertata dipenuhi motor yang tidak mau antri di jalan. Mereka nyelondong seenak udel. Eh..ternyata ada juga trotoar yang masih bolong, lumayan dengan kedalaman sekitar semeter dan lubang sekitar 80 cm persegi, bukan tidak mungkin jika ada yang tiba-tiba saja terperosok ketika tengah berjalan. Gila!

Wus… bis lewat dan berterbanganlah debu-debu plus kuman sejuta rasa ….

Berjalan di tangga penyebrangan tidak kalah menyebalkannya. Ada saja tukang minta-minta yang tiab-tiba saja mencegat , bahkan konon, menghipnotis..Kalau sudah begitu itu bukan lagi tergolong tukang minta tapi garong…. Ketika mau melangkah eitss… ada kaki mungkil yang terbujur, tengah tidur lelap dalam pangkuan ibunya yang tampak dekil (mungkin itu  sudah masuk skenarionya) dan menadahkan tangan…

Melintasi tangga penyebrangan yang bergelombang, banhkan mencuat ujung-ujung lempeng besinya, terkadang bolong sehingga kita sangat harus waspada bla tidak ingin menjadi santapan mobil yang berlalu di bawahnya…. juga waspada licin karena sering atapnya hilang dan hujan asik saja molos masuk mengguyur jembatan saat ia mau……hah hah…. terus ada sampah di sana sini, juga sampah yang dikumpulkan di belakang papan iklan yang menggantung…(wahai sadarlah orang Indonesia yang joroknya keterlaluan,..anda sudah begitu kurang ajar mengotori perut ibu kalian sendiri dengan sampah-sampah yang kalian produksi setiap hari ??). Halte busway yang sempat indah selama seminggu sudah berubah menjadi kotak berlapis kaca buram yang panas, dengan lagu yang kadang-kadang terdengar, memekikkan jeritan musisi pop…entah untuk dieprdenagrkan ke siapa,..mungkin saja kepada pentugas yang berada di kotak kaca, karena mereka tidak bisa mendengar jelas…. uh uh uh

Ketika bus way datang semua penumpang tidak antri maka terpaksalah aku juga tidak antri karena kalau tidak akan didorong dan terpuruk ….. kami harus lompat dengan kegesitan kaki yang memadai, jika tidak akan terperosok dan akan jadi rempeyek tergilas ban bus.

Kursi busway sudah dekil dan bau,… tidak ada lagi sapu dan penjaga pintu yang menyapu, bis sudah menjadi bau dan terkadang juga panas karena AC yang mati…. Oh bus way… gile lu ye….

Perjalanan yang cuma singkat saja sudah membuat kesal setengah mati…. apalagi menjalani hari-hari di Indonesia. Semua penuh dengan kekesalan (!!) di kantor-2 pemerintahan, di pasar, di ruang umum, di sekolah-sekolah umum (negeri), di mesjid dan di mana saja.

Seminggu lalu, ada berita dari teman Jepang bahwa tingkat penyebaran virus flu burung mencapai 3,8 ..jadi kalau sampai 4 berarti pandemik; penyebaran melalui manusia. Gila !! Info ini tida beredar di antara masyarakat Indoneisa, tetapi di antara masyarakat asing… Dengan demikian anak-anak dan isteri Jepang dipulangkan…

Maka, semakin berkuranglah jumlah warga Jepang di sini. Banyak perusahaan tutup. Karena mereka merasa tidak aman, tidak nyaman dan tidak sehat jika harus berada di Indonesia… Ampun, ampun…mereka lebih memilih Vietnam dan Thailand atau Malaysia… Gila !!

Nah orang Indoenesia yang budiman, cobalah benahi deh pola piir jorok itu, temasuk korupsi jorok yang kalian lakukan. Ente sih enak, sudah banyak pundi-pundi terkumpul, tinggal memikirkan bagaimana menggunakannya. Lha kami ? kami masih harus berjuang setiap hari menyusuri kekesalan demi kekesalan,..meratapi negeri yang tidak kunjung membaik ini…..

Sudahlah, kekesalan ini sudah tertumpah sedikit di sini.

Terima kasih sudah memebri sedikit ruang untuk bernafas….

I still love Indonesia

 

 

Ungkapkan pendapat Anda

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.